Saturday, 25 January 2014

Tegur Saja Jika Akhlak tidak Baik

Saya adalah seorang guru muda yang tidak memiliki pengalaman di bidang mengajar. 
Pendidikan saya adalah sarjana kesehatan masyrakat, kebetulan ada lowongan mengajar di sebuah SMK jurusan keperawatan dan saya ambil peluang itu. Saya mengajar dengan modal nekat saja karena tidak memiliki bekal micro teaching, tapi saya memiliki keyakinan bisa melakukannya karena selama masa kuliah teman-teman sering minta diajarkan materi yang tak di mengerti  (hmm, sebuah modal alami)

TERNYATA JADI GURU ITU SUSAH
Untuk penyampaian materi ajar tak ada kekahawatiran saya kerena ada korelasi dengan pendidikan saya.  Adapun yang menjadi kan saya cemas ketika awal masuk kelas adalah , apakah saya bisa membuat murid  mengertti . Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti, setelah di evaluasi dalam bentuk ulangan harian rata-rata dari mereka banyak yang bisa menjawab pertanyaan yang saya berikan. berarti ada umpan balik. senangnyaaa. Selebihnya tidak hal lain yang dirasa perlu di khawatirkan dan saya tidak pernah memikirkannya.  
.

Ternyata ada hal lain diluar diluar prediksi saya yaitu cara mengahadapi sikap mereka, semua kesabaran saya benar-benar di uji. Bahkan nyaris saya kehilangan kesabaran mengahadapi mereka.
Terlihat ada begitu perbedaan mencolok sikap mereka dengan sikap saya ketika masa sekolah dulu. Ketika masa sekolah saya  takut membuat guru marah, jujur, rajin sekolah, disiplin dan tidak berani membantah guru. mau  menolong, hormat pada sesama, pemurah, bersikap adil, mandiri. 
Anak jaman sekarang saya hanya bisa saya hanya bisa mengelus dada dan berpikir apakah begini akhlak anak zaman sekarang. 


Siapa yang harus disalahkan, orang tua, lingkungan, sekolah??

adapun yang bisa saya lakukan dalam memperbaiki akhlak mereka adalah 
1. berusaha memberikan  contoh kepada mereka dengan tindakan langsung seperti dari cara berbicara saya dengan teman sejawat lembut tapi tetap tegas , tidak datang terlambat (disiplin waktu), berusaha sabar dan ramah, mengajarkan etika cara hal sepele menurut sebagian orang tapi sebenarnya penting seperti cara berjalan. cara mengangkat / memindahkan kursi, cara meminta izin keluar ruangan  

2. menegur mereka, walaupun tidak dijam sekolah jika saya jika bertemu murid yang salah saya tetap menegur. 
beberapa anak awal kesal dengan sikap saya  yang dianngap terlalu berlebihan. tapi entahlah saya merasa bertanggung jawab juga dalam merubah akhlak mereka jadi baik jadi saya tetap lakukan. seperti merokok, cara berpakaian , cara pergaulan 

3. menghukum mereka jika salah, jika ada yang tidak membuat pr saya akan hukum mereka dengan hukuman yang mendidik, atau saya akan merobek lembar jawaban siswa saya jika ada yang tak jujur

4. memasukkan unsur agama dalam setiap topik pelajaran yang saya ajarkan 


saya sadar jika tidak dimulai secara bertahap maka akhlak mereka tidak akan berubah, saya menjadi salah satu guru yang tidak disenangi karena terlalu tegas menurut mereka. 
sebenarnya ada ketidaknyamanan tapi saya selalu teringat semboyan yang diajarkan oleh kihajar dewantara

No comments :

Post a Comment