Wednesday, 22 January 2014

Quality Time Sebuah Liburan

Waktu libur bagi orang lain menjadi hal yang di tunggu, kalau di anya rasa liburan itu seperti apa, maka dengan gampangnya bisa mereka sebutkan. Tapi hal ini tidak berlaku bagi kami,liburan atau tidak sama saja. Toh 1 hari tetap terasa 24 jam mungkin malah terasa kurang karena kami harus bergelut dengan pahitnya kehidupan. Tak bermaksud mengeluh atau menyalahkan keadaan.

libur kenaikan kelas merupakan hal yang di tunggu oleh teman- teman. sebelumnya mereka sudah prepare tujuan mereka, bahkan ada membanggakan rencana liburan.
apa rasanyaa? sedih kah??? kecewaaa???

udah biasa,  jadinya hampir kebal. Sesekali rasa itu pasti ada, manusiawi kan???
truuss...

JIka rasa itu datang apa yang dilakukan?? paling merenungi dan bersyukur. Apa??? Yaaaa, Bersyukur karena masih bisa makan 3kali sehari. Banyak diluar sana yang untuk makan sekali sehari saja harus mati-matian berjuang.

Manusiawi jika ada keinginan untuk liburan , merilexkan ketegangan  tapi apa daya terasa mahal.
Liburan hanya di miliki oleh yang berkantong tebal. Apa Kami yang kurang mampu hanya bisa mengigit jari saja? 

Sebenarnya liburan tak harus mahal dengan plesiran ke tempat mahal. Banyak cara sederhana yang bisa dilakukan salah satunya dengan berkebun dan menanam bunga. Terasa biasa bagi orang tapi sebenarnya luar biasa karena dilakukan denga gembira. Kami membuat tim dan mengadakan lomba menanam. Aku bersama ibu dan adik setim dengan bapak. Kami berlomba tanaman siapa yang tumbuh subur dan siapa yang bisa banyak menanam bunga. Selalu tim ku( aku dan ibu yang menang) karena ibu selalu mengajarkan menanam tanaman termasuk bunga dengan kasih sayang.
 
Ibu mengajarkan cara menanam yang baik, memupuk dan menyiram. Tapi jangan bayangkan kami berkebun dan menanam bunga di pot mahal dan besar. Kami melakukannya di plastik detergen, di wadah minuman plastik, di kaleng bekas yang kami ubah menjadi sebuah pot yang indah.
Adapun Tim Yang kalah akan dapat hadiah alias hukuman . Hukumannya tidak memberatkan malah kadang terasa lucu.

Liburan terasa seru, hemat, bisa merilekkan ketegangan terutama pada orang tua kami. Sehari-hari orang tua  membanting tulang untuk hidupi anak.  Orang tua terutama ibu meliburkan diri 1 hari yang biasa digunakan untuk mencari nafkah untuk bisa liburan dengan anaknya.  Waktu yang sehari itu di gunakan maksimal istilahnya quality time liburan.

Sekali lagi bukan karena kaya tapi karena setiap hari harus membanting tulang agar dapur bisa tetap ngebul.

No comments :

Post a Comment