Thursday, 20 November 2014

Membunuh Mental Pengemis

Judul postingan saia kali ini sereeem banget. Ada kata MeMbuNuh, terasa membuat bulu kuduk merindung ditambah lagi lolongan anjing saling bersahutan. #halaah sok misteri, he..he..
lanjuuut....

Ini hasil kesimpulan pembicaraan kami sambil menunggu jam 13.00.Entah siapa yang membuka topik tentang  pengemis.

Dulu pengemis identik dengan  kemiskinan , tapi sekarang menjadi sebuah profesi. Banyak alasan orang menjadi pengemis seperti  mudah mendapatkan uang dan hasil dari mengemis banyak sehingga mengubah hidup mereka. Bahkan ada yang bisa mempunyai rumah mewah, kendaraan dan perhiasan.
Dari berita di metro ditangkap pasangan pengemis yang punya uang dg nominal 50juta dan perhiasan.
Diulang lagi 50 jetii , dan perhiasan emas.

Seumur segini  saya  belum pernah lihat uang segitu  banyak. Gimana cara ngitung nya??? Sungguh suatu pekerjaan yang menguntungkan tanpa perlu banting tulang.Dalam jalankan pekerjaannya berbagai cara dilakukan seperti mengendong anak, memperlihatkan luka yang seram dan berbau, memperlihat cacat , membaca ayat suci tuk menarik simpati bahkan ada yg mengancam lebih baik mengemis dari pada mencuri. Modus pengemis yang buat simpati seperti bawa anak. Ternyata cukup mempan buat kasihan lalu di kasih. Saat  cuaca terik menyengat bawa anak pasti timbul kasihan. Dan dari berita yang beredar ternyata anak yang g di bawa itu anak sewaan. Ironisnya si ibu kandung dengan senang hati menyewakan anak tanpa rasa  bersalah, sungguh aneh tapi nyata.

 Pengemis itu banyak jenis ada yang musiman (pada hari tertentu)seperti waktu lebaran, pengemis mangkal, pengemis  keliling dari rumah kerumah,pengemis sumbangan seperti untuk masjid. Menjadi pengemis ternyata mempengaruhi mental karena menghilangkan kemandirian dan rasa malu tanpa usaha berarti uang sudah mengalir.Apa jadinya nasib bangsa ini mengemis jadi profesi,apalagi pelakunya anak muda.Pasti Bangsa akan kehilangan orang kreatif dan inofatif.

Yang kita cari adalah uang jangan sampai cara kita mendapatknya membuat kita tak bermoral baik. Mungkin salah satu  cara menghentikan mereka dengan tidak memberi sehingga di harapkan  kapok. Walaupun untuk itu kita harus sedikit tega membuang rasa kasihan saat anak yang dibawanya menangis atau paling tidak memberi mereka minum . Jangan pernah beri uang ke mereka lagi

No comments :

Post a Comment